Setelah kita cukup fasih mengamati langit malam dengan mata telanjang, langkah berikutnya menurut saya adalah melakukan observasi dengan binokuler.
Binokuler bisa lebih baik dan lebih terjangkau dibandingkan beberapa teleskop dalam kondisi tertentu. Selain ringkas, harga binokuler yang cukup baik untuk pengamatan astronomi tidak terlalu mahal.
Tentu terdapat beberapa aspek yang harus diperhatikan untuk pengamatan objek angkasa dengan binokuler yang baik. Faktor tersebut adalah sebagai berikut:
- Perhatikan apertur atau bukaan lensa depan. Minimal 35mm-40mm. Semakin besar angkanya, semakin banyak cahaya yang masuk, sehingga benda langit yang redup akan terlihat lebih jelas.
- Lapisan lensa (coating). Pilih yang bertanda fully multi-coated (FMC). Ini memastikan transmisi cahaya maksimal dan mengurangi pantulan cahaya yang mengganggu.
- Eye relief. Jika Anda menggunakan kacamata, cari eye relief minimal 15 mm agar Anda bisa melihat seluruh bidang pandang dengan nyaman tanpa melepas kacamata.
- Pembesaran bukan hal yang utama. Membesarkan bayangan yang buruk tidak akan menjadikan bayangan tersebut menjadi lebih baik.
Setelah diperhatkan lebih jauh, secara umum yang diutamakan adalah besarnya bukaan atau apertur. Semakin besar apertur maka semakin banyak cahaya yang dikumpulkan sehingga kualitas bayangan akan semakin baik. Adapun pembesaran tidak terlalu menjadi yang utama. Memperbesar bayangan yang buruk hanya akan menambah jelas keburukan dari bayangan tersebut.
Adapun binokuler yang saya bidik sekarang adalah Celestron SkyMaster 25 x 70 atau 15 x 70. Bukaannya 70 mm dengan pembesaran sampai 15 atau 25 kali. Memang ada binokuler dengan bukaan yang lebih besar akan tetapi harganya menjadi terlalu mahal. Saya kira harus menahan diri supaya tidak terlalu mengeluarkan banyak biaya.
Hal yang perlu diingat bahwa menggunakan binokuler tidak bisa dipaksakan untuk mengambil gambar atau astrofotografi. Binokuler terbaik untuk pengamatan secara langsung.
Adapun saat ini, ulasannya mengenai binokuler tersebut kita tunda dahulu ya. Menabung dulu apalagi di Indonesia rasanya harus mencari dahulu outlet yang bagus untuk membeli perlengkapan astronomi.


Tinggalkan Balasan