Kategori: Blog
-

Observasi Bulan dengan Binokuler
Bulan adalah objek langit yang relatif mudah untuk diamati. Dengan mata telanjang pun kita bisa menikmati indahnya bulan. Begitu juga dengan alat bantu. Kebanyakan teleskop pemula pun dapat memberikan pemandangan yang luar bisa akan bulan. Begitu juga dengan binokuler. Bahkan obervasi bulan dengan binokuler bisa menjadi pengalaman yang lebih baik dibandingkan dengan memakai teleskop berkualitas…
-

Alternatif Impian Sistem Teleskop Pertama Saya
Seperti disebutkan dalam postingan sebelumnya, ini adalah sistem teleskop yang saat ini saya impikan: Tetapi perhatikan grafik di bawah ini: Semakin hari nilai USD semakin naik dan membuat hati menjadi sedih. Perlu penyesuaian atau alternatif. Nah, ini adalah alternatifnya: Alternatif Pertama Mounting dan tripod: SVBONY SV225 Untuk dudukan sepertinya tidak ada kompromi. Harus yang kokoh!…
-

Impian Sistem Teleskop Pertama Saya
Sebelumnya saya sudah memiliki teropong binokuler, sebagai gadget pertama sebagai astronom amatir dan pemula. Terus terang, saya semakin penasaran untuk melanjutkan perjalanan saya di astronomi ke tahap berikutnya yaitu memiliki teleskop atau lebih tepatnya sistem teleskop. Kenapa? karena untuk mendukung observasi atau pengamatan yang nyaman, ternyata tidak hanya cukup memiliki teleskop yang baik saja. Perlengkapannya…
-

Teropong Pertama Pilihan Saya: Binokuler Porro Celestron SkyMaster 25 x 70
Ternyata cukup sulit juga dalam memilih gadget pertama apa yang dipilih sebagai awalan dari hobi astronomi amatir ini. Setelah menelusuri berbagai topik mulai dari jenis teleskop, kelebihan, keunggulan, harga, dan lain sebagainya akhirnya saya memutuskan untuk memilih binokuler sebagai pilihan pertama saya. Kenapa binokuler? Jawabannya adalah karena ingin belajar langkah demi langkah dan tentu saja…
-

Memulai Astronomi dari Nol!
Astronomi merupakan hal yang saya nikmati dan merupakan hobi sejak masa kecil. Walaupun nasib dan takdir tidak membuat saya menapaki jalan maupun profesi di bidang astronomi, namun tidaklah salah kalau memulai kembali berkecimpung kembali walau dari nol. Perbedaannya mungkin kalau dahulu memiliki waktu tapi tidak punya sumber daya, tetapi sekarang ada sumber daya walaupun terbatas…
