Setelah melakukan banyak pertimbangan, akhirnya saya memutuskan memiliki teleskop. Teleskopnya sudah ada dan inilah dia teleskop pertama saya. Btw, saya tidak membelinya di market place namun langsung memesan ke laman produsennya langsung yaitu di tautan ini. Waktu pengirimannya cukup cepat dan ongkos kirimnya tidak terlalu menguras kantong.

| Item | Pilihan |
|---|---|
| Teleskop | Teleskop refraktor akromatik SVBONY SV48P 102mm, F/6,5, focal length 663 mm |
| Mounting/dudukan | SVBONY SV225 dan tripod |
| Kaca diagonal | SV188P 90°, kaca dielektrik |
| Finder scope | Tipe optikal SV182 6×30 |
| Eyepice/lensa okuler dan asesorisnya | SV135 Zoom Eyepiece 1.25 inch 7-21 mm, Plossl Eyepiece 40 mm, SVBONY 68 Degree Wide Angle Eyepieces 6 mm, Lensa Barlow 2X SV216 |
| Kamera | SV205 |
Teleskop Pilihan: Refraktor SVBONY SV48P 102mm
Seperti tampak pada gambar, saya memutuskan untuk membeli teleskop dari SVBONY yaitu SV48P 102mm. Untuk pembahasan alasan serta teknis pemilihan rig teleskop ini bisa dibaca di artikel tentang impian sistem teleskop pertama saya serta alternatifnya.
Sekali lagi akhirnya saya memilih teleskop tipe refraktor dengan apertur 102 mm, rasio fokal F/6,5 dengan panjang fokusnya 663 mm dan dengan lensa akromat. Walaupun masih ada aberansi kromatik tapi tidak terlalu parah dan harganya juga masih menengah walaupun memang tetap mahal. Keuntungan lainnya juga adalah tidak perlu repot kolimasi seperti teleskop Newtonian.
Saat datang, teleskop ini sudah dilengkapi dengan kaca diagonal: SV188P. Kaca diagonal teleskop (atau diagonal bintang) adalah cermin atau prisma bersudut yang dipasang di ujung teleskop untuk membelokkan arah cahaya dalam hal ini sebesar .
SV188P ini sudah menggunakan cermin dielektrik yang memiliki tingkat reflektivitas Hal ini menjamin agar cahaya dapat dipantulkan dengan baik dan bayangan yang dihasilkan tidak redup. Selain itu, pada paket teleskopnya sudah dilengkapi juga dengan adaptor eyepiece ukuran 1,25 in. Adapun ukuran asli teleskopnya sendiri adalah 2 in.
Tripod dan Mounting Pilihan: Alt-Azimuth SVBONY SV225
Seperti di gambar, saya juga memilih mounting tipe alt-azimuth SVBONY SV225 serta tripod yang kokoh. Jujur, ketika mencoba pertama kali, tripod yang kokoh sangat menyenangkan. Tidak terlalu banyak gangguan, fokus mudah, tidak banyak kehilangan fokus.
Sistem alt-azimuth juga sangat user friendly dan tidak perlu banyak persiapan atau penyesuaian untuk menyiapkan alat untuk observasi. Sekali lagi, tripod dan mounting/dudukan teleskop sangatlah penting. Jangan terlalu fokus pada teleskopnya saja!

Kelengkapan Teleskop
Dikarenakan teleskopnya hanya OTA saja, maka tambahannya adalah sebagai berikut:
- Eyepiece: Ada 3 yaitu SVBONY 68 Degree Eyepieces 6 mm, Plossl Eyepiece 40 mm, dan SV135 Zoom Eyepiece 1.25 inch 7-21 mm.
- Eyepiece pertama SVBONY 68 Degree Wide Angle Eyepieces 6 mm, merupakan eyepiece untuk pembesaran maksimal, dimana dengan panjang fokus 6 mm, digabungkan dengan teleskop akan menghasilkan pembesaran sekitar 110 kali dan jika memakai lensa Barlow 2X bisa memberi pembesaran sampai 220 (mendekati batas maksimum pembesaran teleskop yaitu 200 kali).
- Yang kedua, Plossl Eyepiece 40 mm. Eyepice pembesaran rendah 16,5 kali, tujuannya adalah pengamatan objek ukuran besar seperti galaksi, cluster, dan rasi bintang. Selain itu karena masih pemula/amatir, masih sering nyasar kalau memakai pembesaran tinggi.
- Ketiga adalah SV135 Zoom Eyepiece 1.25 inch 7-21 mm dimana satu eyepice namun bisa disetting untuk mendapatkan berbagai panjang fokus dari 7 mm sampai 21 mm.




- Finder scope: SV182 6×30 Right-Angle Finder Scope.
Finder scope adalah finder scope tipe optikal. Fungsinya sebagai alat bantu untuk mempermudah dan mempercepat pelacakan objek (seperti bintang atau planet) serta mempercepat proses pemfokusan teleskop.

Kamera: SVBONY SV105
Saya mau mencoba untuk mempelajari astrofotografi pemula. Sebagai awalan saya memilih kamera SV105. Adapun penggunaannya berarti saya harus membawa laptop untuk menggunakan kamera ini.

Uji Coba Pertama
Untuk uji coba pertama cukup menjanjikan. Namun, berhubung cauca dan langit malah kurang bersahabat, banyak awan sehingga saya hanya bisa sekilas mengamati sebentar saja.
Adapun proses setting, melakukan penyelasaran teleskop dengan finder scope, serta mengetes beberapa eyepiece yaitu zoom eyepiece dan Plossl 40 mm cukup baik. Sayangnya tidak sempat mengetes kamera maupun memotret dengan kamera HP karena suasana langit yang sangat berawan.
Tetap saja suasana langit kurang mendukung, tapi saya akan mencoba dengan melihat bulan



Setelah beberapa waktu, saya juga mendapat kesempatan untuk mengobservasi bintang majemuk seperti Alpha Centauri. Dengan pembesaran sekitar 125 kali, saya bisa melihat separasi atau pemisahan bintang Alpha Centauri menjadi Alpha Centauri A dan B.

Saya juga mengambil foto close up bulan, adapun hasil dari gambar bulan tersebut adalah sebagai berikut

Beberapa hari yang lalu kebetulan ada konjungsi Venus dengan Jupiter. Sempat mengambil foto kedua planet tersebut dengan hasil:


Demikian update kali ini, akan saya update dengan hasil pengetesan dan pengambilan gambar jika situasi memungkinkan. Jika ada pertanyaan atau kritik, bisa disampaikan di kolom komentar.


Tinggalkan Balasan