Beberapa ahli dan reviewer yang saya simak mengatakan, upgrade eyepiece atau lensa okuler dari teleskop bisa meningkatkan secara signifikan kualitas gambar maupun pengalaman bagi astronom pemula. Apa dan bagaimana sebenarnya lensa okuler atau eyepiece ini? Mari kita pelajari bersama.

Struktur Umum Eyepiece Teleskop
Secara umum eyepiece terdiri dari beberapa komponen lensa. Lensa yang paling dekat dengan mata disebut lensa mata sedangkan yang paling jauh dari mata (berhadapan langsung dengan teleskop) adalah lensa bidang. Penahan bidang pandang biasanya dipasang tepat di belakang lensa bidang pada titik fokus lensa okuler, memberikan tepi yang tajam pada bidang pandang serta mencegah terlihatnya citra bintang di bagian tepi yang berkualitas buruk.

Untuk ukuran tabung yang masuk ke teleskop biasanya ada tiga kenis ukuran. Standar ukuran tabung eyepiece untuk teleskop amatir biasanya berukuran 1,25 in. Zaman dahulu, ukuran eyepiece ini adalah 0,965 in yang kualitasnya kurang baik. Sedangkan untuk eyepiece yang ukurannya besar biasanya memiliki ukuran 2 in.
Parameter Ukuran, Karakteristik, dan Kualitas Eyepiece
Sebelum membahas disain khusus dari eyepiece, mari kita lihat beberpa parameter yang digunakan untuk menggambarkan spesifikasi dari sebuah eyepice.
Pembesaran Eyepiece
Ukuran pembesaran adalah spesifikasi yang paling utama dari sebuah eyepiece. Seperti dijelaskan dalam pembahasan tentang teleskop, pembesaran dapat dihitung dengan membagai panjang fokus lensa objektif teleskop dibagi panjang fokus dari lensa eyepiece. Oleh karena itu, semakin panjang fokus lensa teleskop semakin besar pembesaran yang dihasilkan oleh eyepiece.
Pembesaran yang berbeda-beda diperlukan karena setiap objek di luar angkasa memerlukan pembesaran berbeda-beda agar optimal untuk diamati. Misalnya untuk star cluster atau nebulae, pembesaran kecil lebih optimal. Adapun untuk planet dan deep-sky object seperti galaksi kecil/sangat jauh dan panetary nebulae makan memerlukan pembesaran yang lebih besar. Ingat pembesaran sebuah teleskop ada batasnya. Jika dicoba pembesaran yang melebihi pembesaran optimal, maka bayangan yang dihasilkan menjadi baur.
Berapakah batas pembesaran sebuah teleskop? Aturan umum adalah gunakanlah pembesaran sejumlah yang diperlukan untuk mengobservasi objek tersebut.
Jika kita memiliki teleskop kecil (apertur 8 in/203 mm atau lebih kecil) maka pembesaran yang baik adalah kurang dari 60 x per in dari apertur.
Misal jika kita memilki teleskop dengan apertur 4 in, maka pembesaran maksimalnya adalah 60 x 4 = 240 kali. Tapi ingat, pembesaran maksimal juga tergantung dari kondisi atmosfer dan instrumen. Dalam kondisi optik yang baik, pada kondisi malam tertentu kita bisa mendapat pembesaran maksimal sampai 90 x atau bahkan 100 x per in. Namun dalam kondisi cuaca buruk, pembesaran 30 x per in saja bisa menghasilkan gambar yang sangat buruk.
Di sisi lain, untuk teleskop dengan apertur lebih dari 8 in dan khususnya dengan rasio fokal yang cepat (F/4 atau lebih kecil), maka walaupun dengan kualitas optik yang baik jarang mencapai pembesaran maksimum 60 x per in. Biasanya pembesaran maksimalnya hanya 30 x atau 40 x per in.
Tabel di bawah adalah tuntunan umum tentang pembesaran maksimum berdasarkan besarnya apertur teleskop.
| Apertur Teleskop | Pembesaran | ||
|---|---|---|---|
| Inchi | Milimeter | Teoritis (60 x /inchi) | Praktis |
| 2,4 | 60 | 144 | 100 |
| 3,1 | 80 | 186 | 125 |
| 4 | 102 | 255 | 170 |
| 6 | 152 | 360 | 240 |
| 8 | 204 | 480 | 300 |
| 10 | 254 | 600 | 300 |
| 12 | 305 | 720 | 300 |
| 14 | 356 | 840 | 300 |
| 16 | 406 | 960 | 300 |
| 18 | 457 | 1080 | 300 |
| 20 | 508 | 1200 | 300 |
| 25 | 635 | 1500 | 300 |
| 30 | 762 | 1800 | 300 |
Ukuran Exit Pupil
Parameter penting lainnya dalam memilih eyepiece adalah ukuran exit pupil, yakni diameter kolom sinar yang meninggalkan eyepiece dan masuk ke mata melalui pupil mata. Kita bisa melihat besarnya exit pupil dengan mengarahkan teleskop ke sumber cahaya terang (tapi jangan ke matahari) kemudian lihat di belakang lensa okuler dan jika kita menaruh tangan atau kertas, akan tampak besar bayangan terang yang jatuh ke tangan atau kertas tersebut.
Ukuran besar exit pupil juga dapat dihitung dengan rumus:
dimana:
D = diameter lensa objektf atau cermin objektif dalam milimeter
M = pembesaran
atau:
dimana:
Fe = panjang fokal eyepiece dalam milimeter
f = rasio fokal dari teleskot (angka F-nya)
Ukuran exit pupil yang pas akan menghasilkan pengalaman observasi yang baik. Pupil mata manusia bedilatasi sekitar 7 mm pada kondisi gelap (bervariasi antar individu dan semakin kecil seiring bertambahnya usia). Jika exit pupil dari eyepiece lebih besar dari 7 mm, mata tidak mampu menangkap semua cahaya yang dikumpulkan lensa okuler sehingga membuang cahya maupun resolusi yang dihasilkan oleh teleskop.
Tapi hal ini tidak selalu terjadi khusuanya pada teleskop refraktor 4 in F/5 dan menggunakan eyepiece 50 mm. Exit pupil yang dihasilkan adalah 10 mm dimana walaupun lebih besar dari diameter pupil manusia, namun kombinasi ini justru menghasilkan citra yang baik. Galaksi Bima Sakti dengan taburan bintang akan tampak indah dengan pembesaran rendah, luas bidang pandang yang luas, dan dalam kondisi malam yang gelap gulita. Ingat, kuncinya adalah digunakan pada kondisi langit malam yang gelap gulita. Jika dalam kondisi perkotaan dengan polusi cahaya berat, indahnya langit jadi terganggu oleh polusi cahaya yang juga ikut masuk lewat teleskop.
Bagaimana jika menggunakan eyepiece 50 mm dengan teleskop reflektor 4 in F/5? Ternyata bukan kombinasi yang baik. Dengan desain teleksop reflektor atau katadioptrik yang memiliki cermin sekunder di tengah tabung teleskop, akan menyebabkan bayangan gelap di tengah lapang pandang dari eyepiece yang menghasilkan exit pupil lebih dari 8 mm. Pada teleskop ini, lebih baik menggunakan eyepiece dengan panjang fokus yang lebih pendek.
Sebaliknya, jika exit pupil terlalu kecil, bayangan yang dihasilkan akan sangat diperbesar sehingga akan sangat sulit untuk dilihat dan mendapatkan fokus yang tepat. Namun sekali lagi, tidak ada ukuran exit pupil yang paling pas untuk semua kondisi. Semua tergantung kondisi dan preferensi pengamat. Berikut ini adalah pegangan umum untuk besaran exit pupil yang pas untuk kondisi tertentu.
| Target | Exit Pupil (mm) |
|---|---|
| Bidang lapang bintang luas dalam kondisi langit gelap gulita (misal star cluster besar, nebulae difus, dan galaksi) | 6 sampai 7 |
| Deep-sky objects yang lebih kecil, bulan penuh | 4 sampai 6 |
| Deep-sky objects yang redup dan kecil (khususnya planetary nebulae dan galaksi kecil); bintang ganda, detil permukaan bulan, dan planet pada malam yang kurang mendukung. | 2 sampai 4 |
| Bintang ganda, detil permukaan bulan, dan planet pada malam yang khusus. | 0,5 sampai 2 |
Apparent Field of View (AFOV)
Apparent field of view (AFOV) adalah diameter lingkaran cahaya yang dilihat mata saat melihat langsung ke eyepiece, diukur dalam derajat (°), biasanya dicantumkan oleh pabrikan eyepiece. AFOV dari eyepiece memiliki umumnya dari 25° yang sempit sampai 80° yang luas. Secara umum baiknya memilih eyepiece dengan AFOV minimal 50°. Melihat eyepiece dengan AFOV 65° atau lebih memberi ilusi seperti melihat dari lubang pandang dari sebuah pesawat luar angkasa, suatu efek yang bisa memberi kesan yang sangat istimewa.
Tapi perlu diingat eyepiece yang memberi AFOV besar khususnya pada model dengan panjang fokal yang besar tidaklah murah. Barangnya besar, berat, dan tentu saja mahal. Selain itu eyepiece ini memiliki lensa yang besar dan sering kali hanya memiliki model dengan ukuran selongsong 2 in (standar teleskop amatir biasanya 1,25 in). Bahkan kadang, sering kali eyepiece itu harganya hampir sama dengan teleskopnya khususnya jika memakai teleskop pemula namun ingin upgrade dengan memiliki eyepiece yang lebih baik.
True/Teal Field of View (TFOV)
Dengan mengetahui besarnya bidang pandang suatu eyepiece (tercantum dari pabrikan) dan pembesaran, kita bisa menghitung bidang pandang nyata atau true/real field of view (TFOV) saat melakukan pengamatan. Adapun rumus dari TFOV adalah sebagai berikut:
Dimana:
F = apparent field of view (AFOV)
M= pembesaran
Sebagai ilustrasi, misalkan kita memiliki teleskop 8 in F/10 dan eyepiece 25 mm. Kombianasi ini menghasilkan pembesaran 80x dan exit pupil 2,5 mm. Misalkan dari pabrikannya eyepiece memiliki AFOV 45° makan 45°/80x berarti TFOV adalah 0,56°, sedikit lebih besar dari bulan purnama.
Parfocal
Parfocal artinya kemampuan eyepiece dalam satu set yang sama untuk tidak perlu atau hanya sedikit melakukan refocusing dari teleskop pada saat melakukan pergantian eyepiece. Tanpa parfocal, kita akan kehilangan objek atau mendapat objek yang jauh lebih redup saat melakukan refocusing atau ketika tanpa sengaja teleskop tersenggol atau harus melakukan perpindahan tempat observasi.
Perlu diingat bahwa walaupun sebuah eyepiece mengklaim dirinya parfocal bukan berarti secara universal parfocal. Misalnya jika kita mengganti antara dua eyepiece dengen produsen yang berbeda, ketika melakukan pergentian umumnya tetap harus melakukan refocusing dari teleskopnya.
Eye Relief
Eye relief adalah jarak dari lensa mata untuk mata pengamat agar dapat melihat keseluruhan dari bidang pandang sebuh eyepiece. Secara umum semakin pendek panjang fokal, maka semakin pendek pula jarak eye relief dari eyepiece tersebut. Namun, beberapa desain memiliki eye relief yang berbeda dari desain yang lain dalam panjang fokal yang sama.
Eyepiece yang lebih murah biasanya memiliki eye relief hanya seperempat dari panjang fokal lensa okuler. Ini terlalu dekat dan tidak nyaman. Di sisi lain, banyak eyepiece modern yang bisa memberikan eye relief 20 mm tanpa ditentukan oleh panjang fokal eyepiece tersebut. Namun tentu saja, eye relief yang terlalu jauh juga tidak menyenangkan karena akan menyulitkan pengamat untuk menahan kepala agar tetap diam dalam mengamati objek angkasa.
Aberansi dan Cacat Optik dari Eyepiece
Eyepiece juga dapat memiliki aberansi maupun cacat optik. Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut
- Curvature of field. Jika bayangan bintang di sekitar tengah lapang pandang fokus sedangkan di pinggir lapang pandang tidak terfokus, maka eyepiece tersebut mengalami curvature of field atau bidang pandang yang melengkung. Efeknya mengganggu karena menyebabkan ketidakseragaman objek di seluruh lapang pandang.
- Distorsi. Kelainan yang lebih umum dari eyepiece adalah distorsi dimana tampak saat melihat benda yang besar baik bangunan teresterial atau benda langit besar seperti bulan. Kondisi ini dicirikan dengen kelengkungan pandangan sedemikian rupa sehingga tampak sepert efek lensa kamera fish-eye. Distorsi dapat lebih tampak pada teleskop dengan rasio fokal yang cepat (F/4 ke bawah).
- Aberansi kromatik. Aberasi ini telah didefinisikan sebelumnya, hampir punah pada lensa okuler saat ini berkat penggunaan satu atau lebih lensa akromatik. Namun, beberapa lensa okuler yang kurang canggih, yang sering dijual sebagai peralatan standar, masih mengalami masalah ini. Jika sebuah lensa okuler mengalami aberasi kromatik, masalah tersebut akan segera terdeteksi sebagai serangkaian lingkaran warna-warni yang mengelilingi objek yang lebih terang yang berada di tepi bidang pandang; bagian tengah bidang pandang biasanya bebas warna. Kondisi ini juga disebut sebagai warna lateral.
- Aberansi sferikal. Aberasi ini juga hampir sepenuhnya dihilangkan pada sebagian besar lensa okuler desain modern. Jika lensa okuler bebas dari aberasi sferis, maka sebuah bintang akan tampak sama di kedua sisi titik fokusnya yang tepat. Namun, ketika aberasi sferis hadir, bintang akan berubah penampilannya dari saat berada tepat di dalam fokus dibandingkan dengan saat berada tepat di luar fokus. Masalah ini adalah hasil dari distribusi sinar cahaya yang tidak merata pada titik fokus lensa okuler. Saat ini, jika ada aberasi sferis, kemungkinan besar disebabkan oleh optik utama teleskop (cermin utama atau lensa objektif) dan bukan lensa okuler. Pada daya rendah (pupil keluar yang besar), aberasi sferis juga dapat disebabkan oleh mata pengamat sendiri.
- Scattering. Sama seperti lensa objektif dan pelat korektor, sebagian besar lensa okuler sekarang dilapisi dengan lapisan magnesium fluorida yang sangat tipis. Lapisan ini mengurangi silau dan meningkatkan transmisi cahaya, dua karakteristik yang diinginkan untuk okuler teleskop. Permukaan lensa tanpa lapisan dapat menghamburkan hingga 4% cahaya yang mengenainya. Sebagai perbandingan, lensa berlapis tunggal mengurangi hamburan hingga sekitar 1,5% per permukaan. Seperti yang telah disebutkan dalam pembahasan teropong, lensa yang dilapisi dengan ketebalan magnesium fluorida yang tepat akan menunjukkan warna keunguan ketika dipegang pada sudut sempit ke arah cahaya. Okuler kelas atas menerima beberapa lapisan anti-refleksi, mengurangi hamburan hingga kurang dari 0,5%. Okuler ini menunjukkan pantulan kehijauan ketika diarahkan ke arah cahaya.
Review Beberapa Desain Eyepiece
Galileo, Kepler, dan Newton memiliki kemudahan tersendiri dalam memilih lensa okuler atau eyepiece. Lihatlah pilihan mereka! Galileo menggunakan lensa cekung tunggal yang ditempatkan sebelum fokus objektif. Lensa ini menghasilkan gambar tegak, tetapi bidang pandangnya sangat kecil dan sangat terganggu oleh aberasi.
Kepler menyempurnakan ide tersebut dengan memilih lensa cembung sebagai lensa okulernya dan menempatkannya di belakang fokus utama objektif. Lensa ini memberikan pandangan yang lebih luas, meskipun terbalik, tetapi masih banyak mengalami aberasi.
Kemajuan dalam desain eyepiece berjalan lambat pada tahun-tahun awal. Mari kita lihat seberapa jauh desain eyepiece telah berkembang sambil mengevaluasi lensa mana yang paling cocok untuk teleskop yang kita pilih sebelumnya.

Huygens
Eyepiece majemuk pertama diciptakan oleh Christiaan Huygens pada akhir tahun 1660-an (seperti halnya desain teleskop baru, eyepiece biasanya menyandang nama penemunya). Seperti yang terlihat pada gambar di atas, eyepiece Huygens berisi sepasang elemen planokonveks. Biasanya, lensa bidang (field lens) memiliki panjang fokus tiga kali lipat dari lensa mata (eye lens).
Di masa lalu, eyepiece Huygens dipasok sebagai perlengkapan standar dengan teleskop dengan rasio fokus f/15 dan lebih besar. Pada panjang fokus yang lebih panjang, lensa okuler ini dapat bekerja cukup baik, meskipun bidang pandangnya tampak sempit. Namun, pada teleskop dengan rasio fokus yang lebih rendah, kualitas gambar terganggu oleh aberasi sferis dan kromatik, kelengkungan gambar, dan kurangnya ketajaman secara keseluruhan. Apakah Anda memiliki eyepiece Huygens? Jika ya, kemungkinan besar akan ada huruf H pada larasnya; misalnya, H25mm menunjukkan eyepiece Huygens dengan panjang fokus 25 mm. Sebaiknya Anda menggantinya.
Ramsden
Dirancang pada tahun 1782, desain ini merupakan gagasan Jesse Ramsden, menantu John Dollond, bapak refraktor akromat—dunia memang sempit, bukan? Seperti halnya Huygens, eyepiece Ramsden (lihat gambar di atas) terdiri dari dua lensa plano-konveks. Namun, tidak seperti eyepiece sebelumnya, elemen Ramsden memiliki panjang fokus yang identik dan dibalik sehingga kedua permukaan cembung saling berhadapan.
Dalam kebanyakan kasus, lensa dipisahkan sekitar dua pertiga hingga tiga perempat dari panjang fokus umumnya. Ini, paling tidak, adalah sebuah kompromi. Menempatkan elemen-elemen lebih dekat satu sama lain meningkatkan jarak pandang tetapi secara dramatis meningkatkan aberasi. Sebaliknya, akan mengurangi kesalahan bawaan desain, tetapi jarak pandang akan cepat menurun mendekati nol. Oleh karena itu, seperti Huygens, mungkin yang terbaik adalah mengingat Ramsden karena signifikansi historisnya dan mengabaikannya demi desain lain.
Kellner
Butuh lebih dari enam dekade eksperimen sebelum perbaikan pada eyepiece Ramsden dikembangkan. Pada tahun 1849, Carl Kellner memperkenalkan eyepiece akromatik pertama. Berdasarkan Ramsden, eyepiece Kellner menggantikan lensa mata elemen tunggal dengan akromat yang direkatkan. Ini sangat mengurangi sebagian besar aberasi yang umum terjadi pada eyepiece Ramsden dan Huygens. Lensa Kellner memiliki koreksi warna dan ketajaman tepi yang cukup baik, sedikit kelengkungan, dan bidang pandang tampak berkisar antara 40° dan 50°. Dalam aplikasi daya rendah, lensa Kellner menawarkan jarak pandang yang baik, tetapi ini cenderung berkurang seiring dengan mengecilnya panjang fokus eyepiece .
Meskipun dapat digunakan pada teleskop dengan apertur kecil hingga menengah, eyepiece Kellner semakin sulit ditemukan. Dari sedikit yang masih dijual saat ini, harganya hampir sama, atau bahkan mungkin lebih mahal, daripada eyepiece Plössl yang sebanding, yang cenderung menawarkan kinerja yang lebih unggul.
RKE
Dari Edmund Optics (jangan disamakan dengan Edmund Scientific Co.) hadir sebuah inovasi pada eyepiece Kellner. Alih-alih menggunakan lensa mata akromatik dan lensa bidang elemen tunggal, RKE (singkatan dari Rank-modified Kellner Eyepiece, diambil dari nama penemunya, Dr. David Rank) justru melakukan hal sebaliknya. Lensa bidang akromatik yang dioptimalkan komputer dan lensa mata elemen tunggal digabungkan untuk mengungguli Kellner dalam hampir setiap aspek. Namun, gambar umumnya tidak setajam melalui lensa okuler ortoskopik atau Plössl.
Plössl
Salah satu eyepiece yang paling dihormati saat ini, Plössl memiliki dua pasang lensa ganda yang berdekatan untuk lensa mata dan lensa bidang. Produk akhirnya adalah eyepiece yang sangat baik yang sebanding dengan eyepiece ortoskopik (dibahas nanti) dalam hal koreksi warna dan definisi, tetapi dengan bidang pandang tampak yang sedikit lebih besar. Bayangan ganda dan sebagian besar aberasi cukup ditekan untuk menciptakan kualitas gambar yang luar biasa.
Meskipun dikembangkan pada tahun 1860 oleh Georg Simon Plössl, seorang ahli optik yang tinggal di Wina, Austria, eyepiece Plössl membutuhkan lebih dari satu abad untuk populer di kalangan astronom amatir. Pada tahun 1980, Tele Vue Optics memperkenalkan lini Plössl yang dipatenkan yang memulai revolusi eyepiece baru di kalangan astronom amatir. Mereka langsung sukses. Saat ini, banyak perusahaan menawarkan Plössl, meskipun hanya sedikit yang benar-benar memproduksinya. Seperti banyak teleskop lainnya, sebagian besar diimpor dari Taiwan dan Tiongkok, seperti Guan Sheng dan Synta. Semuanya cukup bagus, tetapi beberapa terasa lebih baik daripada yang lain. Plössl yang lebih murah mengurangi kualitas yang tidak dilakukan oleh merek premium. Plössl yang lebih mahal biasanya mempertahankan toleransi optik dan mekanik yang lebih ketat, serta menyertakan optik berlapis ganda dan tepi serta ulir lensa yang dihitamkan. Hal-hal kecil seperti ini dapat membuat perbedaan antara melihat objek yang hampir tidak terlihat dan tidak sama sekali.
Tele Vue Plössl, yang umumnya dianggap sebagai yang terbaik, tersedia dalam delapan panjang fokus dari 8 mm hingga 55 mm. Kualitas gambar, kontras, dan kecerahan adalah yang terbaik di bidangnya, sehingga sangat layak untuk dibeli. Semua kecuali yang 55 mm memiliki barrel 1,25 inci; yang 55 mm membutuhkan fokus 2 inci. Masing-masing memiliki pelindung mata karet terintegrasi yang membantu mencegah masuknya cahaya yang tidak diinginkan dan bidang pandang semu 50°, kecuali model 40 mm yang memiliki bidang pandang 43°. Model 55 mm sangat cocok sebagai lensa mata daya rendah jika memiliki teleskop Schmidt-Cassegrain, Maksutov, atau teleskop refraktor fokus panjang.
Perhatian
Lensa Plössl memiliki berbagai panjang fokus. Lensa Plössl dengan panjang fokus yang lebih pendek juga memiliki nilai jarak pandang mata yang terlalu pendek. Hindari lensa tersebut. Sebaiknya dapatkan lensa mata dengan panjang fokus sedang, dalam kisaran 10 hingga 12 mm disertai lensa Barlow berkualitas tinggi.
Hindari juga lensa Plössl 40 mm dengan diameter 1,25 inci. Meskipun perbesarannya sangat rendah, bidang pandang semunya lebih sempit daripada lensa Plössl 32 mm dengan diameter 1,25 inci. Pada akhirnya, bidang pandang sebenarnya (atau seberapa banyak langit yang benar-benar terlihat) sebenarnya sama, tetapi perbesaran yang lebih tinggi pada Plössl 32 mm akan menghasilkan kontras gambar yang lebih baik. Melihat melalui Plössl 40 mm juga sulit dilakukan dalam waktu lama karena membutuhkan posisi kepala yang sangat stabil agar gambar tidak menjadi gelap.
Plössl dengan panjang fokus yang lebih panjang dan diameter 2 inci adalah hal yang berbeda karena elemen lensanya yang lebih besar.
Bagi mereka yang memiliki anggaran terbatas, lensa okuler Plössl yang lebih murah masih layak dipertimbangkan. Semua lensa okuler ini biasanya menawarkan panjang fokus antara 4 mm dan 40 mm, dengan bidang pandang tampak dalam kisaran 40° hingga 50°. Dari segi harga, lensa okuler Plössl dari Discovery Telescopes, Celestron (disebut “E-Lux”), dan Hands-On Optics (“GTO,” singkatan dari “Generic Telescope Optics”) termasuk yang paling murah, kurang dari setengah harga Tele Vue. Seri Omni dari Celestron lebih mahal daripada yang termurah, tetapi menawarkan kontrol kualitas yang lebih baik, bodi yang lebih unggul, dan bidang pandang yang sedikit lebih lebar.
Beberapa eyepiece yang dipasarkan sebagai Plössl sebenarnya merupakan variasi dari desain empat elemen tradisional. Sebagai contoh, seri Plössl 5000 dari Meade dibangun dengan tata letak lima elemen (enam elemen pada model 5,5 mm) yang menghasilkan bidang pandang tampak lebar 60° dan kontras yang sangat baik. Meskipun sangat bagus pada teleskop f/8 dan yang lebih lambat, seri Plössl 5000 menunjukkan lebih banyak kelengkungan bidang ke arah tepi bidang dari pada Plössl standar ketika digunakan pada instrumen yang lebih cepat. Jarak pandang mata sebanding dengan Plössl tradisional, yang berarti melihat melalui versi panjang fokus yang lebih pendek mungkin terasa tidak nyaman. Namun, penutup mata putarnya sangat nyaman. Secara umum, direkomendasikan model 20 dan 26 mm.
Lini lensa mata lain yang sangat direkomendasikan adalah Antares Elite Plössl dari Sky Instruments of Canada. Semuanya menggunakan lima atau tujuh elemen optik untuk menciptakan bidang pandang 52°. Panjang fokus yang lebih panjang sangat disukai karena transmisi cahayanya yang sangat baik, menghasilkan gambar yang cerah dan kontras. Ketajaman tepi juga dapat diterima ketika digunakan pada teleskop dengan rasio fokus lebih besar dari sekitar f/5. Di bawah f/5, koma cenderung mendominasi. Parks Optical juga memasarkan lini produk Plössl hibrida lima-elemen Seri Emas yang sangat baik. Gambar sangat tajam dan transmisi cahaya sangat baik, tetapi harganya yang relatif tinggi membuat produk ini sulit untuk direkomendasikan.
Orthoscopic (Abbe)
Diperkenalkan tahun 1880 oleh Ernst Abbe, eyepiece ortoskopik telah menjadi favorit abadi para astronom amatir. Seperti yang ditunjukkan pada gambar di atas, lensa ini terdiri dari lensa bidang triplet yang direkatkan dan dipadukan dengan lensa mata plano-konveks tunggal. Hasilnya adalah lensa okuler yang hampir sempurna, tanpa gangguan aberasi kromatik maupun sferis. Terdapat juga sedikit bukti adanya bayangan atau kelengkungan bidang.
Lensa “Orthos” menawarkan tampilan datar dengan bidang tampak antara 40° dan 50° dan jarak pandang sedang yang biasanya satu atau dua milimeter lebih pendek dari panjang fokus. Transmisi warna dan kontrasnya sangat baik, terutama jika dikombinasikan dengan lapisan optik modern. Dengan panjang fokus yang panjang untuk daya rendah, panjang fokus yang pendek untuk daya tinggi, atau di antara keduanya, eyepiece ortoskopik tetap menjadi salah satu lensa okuler terbaik untuk hampir semua teleskop amatir. Lensa ini menghasilkan kontras gambar yang sama atau lebih tinggi daripada banyak lensa okuler superdeluxe generasi baru, menjadikannya ideal untuk pengamatan planet.
Lensa okuler ortoskopik perlahan-lahan kembali populer setelah beberapa tahun terabaikan karena popularitas lensa okuler Plössl. Umumnya ada dua versi yang dijual saat ini, keduanya diproduksi di Jepang. Lensa ortoskopik berbentuk kerucut atau gunung berapi yang lebih tradisional diimpor dari Kokusai Kohki (ditandai dengan logo Circle T perusahaan pada badan lensa) dan tetap menjadi favorit di kalangan pengamat planet dan bulan. Baru-baru ini, muncul lini baru lensa ortoskopik definisi tinggi (HD), yang dapat dikenali dari badan lensa yang rata. Keduanya memiliki tata letak lensa internal yang sama.
Saat membandingkan kedua lini lensa okuler tersebut, tiga perbedaan utama langsung terlihat. Perbedaan pertama dan paling jelas adalah penampilan. Lensa ortoskopik berbentuk gunung berapi memiliki penutup mata yang kokoh dan terpasang, sedangkan lensa ortoskopik HD biasanya dilengkapi dengan penutup mata karet yang dapat dilepas, yang berbentuk sayap. Sebagian besar pengguna lebih menyukai yang terakhir, terutama pada panjang fokus pendek ketika jarak pandang sangat sempit. Perbedaan kedua, yang sebagian orang anggap sebagai nilai tambah dan sebagian lainnya sebagai nilai minus, adalah bahwa setiap laras HD memiliki lekukan untuk menahan lensa okuler sebelum jatuh dari fokus jika sekrup penahan kecil secara tidak sengaja mengendur. (Banyak juga yang menganggap lekukan tersebut mengganggu karena tersangkutnya lekukan saat mengganti lensa okuler dapat menyebabkan objek hilang.) Terakhir, perbedaan ketiga, yang tidak langsung terlihat sampai lensa okuler digunakan, adalah bahwa semua eyepiece ortoskopik HD kurang lebih parfokal satu sama lain.
Secara umum, kualitas gambar memang sangat baik, terutama lensa okuler 6 dan 9 mm. Ketajaman gambar, koreksi tepi, dan bebas dari warna palsu semuanya jauh lebih baik daripada melalui sebagian besar lensa okuler Plössl. Jika Anda sedang mencari set lensa okuler planet yang bagus sejak awal, lensa okuler ortoskopik flat-top, seperti yang dijual melalui Helix Observing Accessories atau Baader Planetarium, akan menjadi pilihan. Namun, jika sudah memiliki lensa mata ortoskopik tipe volcano-top, sebaiknya hemat uang Anda, karena peningkatannya tidak terlalu dramatis.
Terakhir, ada lini ketiga lensa mata ortoskopik di pasaran. Lensa mata ortoskopik XO 2,5 dan 5 mm dari Pentax yang sangat tajam. Keduanya pasti akan memenangkan penghargaan terbaik di kelasnya, tetapi merasa sulit untuk merekomendasikannya karena harganya yang sangat mahal. Sebagai gantinya, sebaiknya memilih satu atau lebih lensa mata ortoskopik flat-top atau, untuk kontras planet yang maksimal, lensa mata monosentris dengan ukuran yang sama dari TMB Optical, yang akan dibahas selanjutnya.
Monocentric
Dirancang oleh pembuat teleskop Jerman abad ke-19, Carl August von Steinheil, lensa okuler monosentris terdiri dari tiga elemen lensa tebal, semuanya diasah dan disatukan sehingga memiliki pusat kelengkungan yang sama. Eyepiece monosentris menghasilkan gambar yang sangat baik tetapi sangat terbatas pada bidang pandang yang sempit dan jarak pandang yang sangat pendek. Akibatnya, dengan evolusi lensa okuler yang lebih nyaman, desain lensa okuler monosentris menjadi bahan diskusi sejarah lensa okuler dan tidak lebih dari itu.
Namun, baru-baru ini, minat terhadap lensa okuler monosentris kembali muncul. Thomas M. Back dari TMB Optics mengambil konsep asli Steinheil dan menerapkan multi-lapisan modern dan kaca indeks tinggi untuk menciptakan apa yang disebut-sebut sebagai lensa okuler planet terbaik. Hasilnya adalah satu set lensa okuler, yang disebut Super Monosentris, yang memiliki jarak pandang yang sedikit lebih baik, koreksi gambar on-axis dan off-axis yang lebih baik, dan bidang pandang tampak yang sedikit lebih lebar daripada desain Steinheil asli. Meskipun ada peningkatan, jarak pandang dan bidang pandang semu tetap jauh lebih terbatas dibandingkan desain lain yang jauh lebih murah. Lensa okuler ini juga mengalami kelengkungan bidang yang terlihat jelas pada instrumen dengan f/5 ke atas, yang semakin mengurangi bidang pandangnya yang sudah sempit.
Pertanyaannya adalah apakah eyepiece ini sepadan dengan harganya? Satu lensa okuler TMB Super Monocentric harganya setara dengan tiga lensa okuler ortoskopik HD flat-top. Apakah eyepiece ini jauh lebih baik? Jika Anda seorang pengamat planet yang antusias dan berusaha mendapatkan kontras maksimal dari, misalnya, Mars atau Jupiter melalui refraktor apokromatik yang telah dioptimalkan, dan selama Anda tidak perlu memakai kacamata saat mengamati, maka ya, tentu saja. Tidak ada keraguan bahwa lensa okuler Super Monocentric dari Back menghasilkan gambar dengan kontras lebih tinggi daripada lensa okuler lain yang dijual saat ini. Tetapi jika mencari lensa okuler serbaguna yang akan digunakan untuk mengamati planet, bintang ganda, dan objek langit dalam, maka tidak untuk lensa okuler ini. Ini adalah lensa okuler khusus yang dirancang untuk klien dengan cakupan bidang pandang yang sesempit bidang pandang lensa okuler tersebut.
Erfle
Lensa okuler Erfle, nenek moyang dari semua eyepiece bidang pandang lebar, awalnya dikembangkan pada tahun 1917 untuk aplikasi militer. Dengan bidang pandang tampak mulai dari 60° hingga 75°, lensa ini dengan cepat diterima oleh komunitas astronomi. Secara internal, lensa Erfle terdiri dari lima atau enam elemen; satu varian menggunakan dua akromat dengan lensa cembung ganda di antaranya, sementara varian kedua memiliki tiga akromat, seperti yang ditunjukkan pada gambar di atas.
Lensa Erfle memberi pengamat pandangan panorama yang luar biasa dari langit dalam. Namun, pandangan yang luas tersebut berdampak pada ketajaman gambar, yang menderita astigmatisme di tepi bidang pandang, terutama pada teleskop dengan rasio fokus yang cepat. Karena alasan ini, lensa Erfle bukanlah pilihan yang baik untuk pengamatan bulan dan planet atau kesempatan apa pun yang membutuhkan perbesaran yang lebih tinggi. Namun, dalam aplikasi sudut lebar daya rendah, lensa ini sangat mengesankan hingga f/8 dan lebih lambat—yaitu, sistem dengan rasio f yang lebih tinggi. Lupakan lensa ini pada teleskop f/7 dan lebih cepat.
Tipe Hibrid
Apa yang terjadi dengan kata “standar” dan “biasa”? Apakah kata-kata itu masih ada di kamus? Rupanya tidak, dilihat dari iklan-iklan saat ini. Setiap produk, dari lemari es hingga makanan hewan peliharaan, memiliki keistimewaan tersendiri. Eyepiece kelas atas pun tidak berbeda. Masing-masing diklaim oleh produsennya sebagai sesuatu yang luar biasa.
Eyepiece hibrida super-duper pertama, yang diperkenalkan oleh Tele Vue pada tahun 1980-an, dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan para amatir yang menggunakan teleskop Schmidt-Cassegrain dan reflektor Newtonian besar, tetapi juga berfungsi dengan baik pada refraktor fokus pendek dan reflektor dengan panjang fokus lebih panjang. Sebagian besar desain milik perusahaan ini menggunakan lensa berlapis ganda yang terbuat dari kaca mahal untuk meminimalkan aberasi.
Keunggulan lainnya termasuk bidang pandang semu yang sangat luas yang memungkinkan pengguna tidak hanya melihat objek langit, tetapi juga merasakan keagungannya secara langsung. Sebagian besar juga menawarkan jarak pandang yang lebih panjang daripada desain klasik lainnya, bantuan besar bagi mereka yang terpaksa memakai kacamata. Alam semesta tidak pernah terlihat sebagus ini!
Eyepiece super-deluxe-extra-omni-ultra-maxi-mega-colossal menawarkan bidang pandang yang sangat luas dibandingkan dengan desain yang lebih tradisional, tetapi tidak semuanya sama. Kita mendapatkan apa yang Kita bayar untuk lensa okuler ini. Jika memiliki teleskop f/6 atau lebih cepat, sebagian besar lensa okuler super murah akan menghasilkan bidang pandang yang lebih luas daripada lensa ortoskopik atau Plössl tetapi dengan gambar yang lebih buram, terutama di dekat tepi.
Di ujung skala harga yang berlawanan, lensa okuler super terbaik menawarkan kualitas gambar yang sangat baik, koreksi warna, dan bebas dari distorsi tepi. Para perancangnya patut dipuji karena telah menciptakan lensa okuler yang luar biasa untuk para astronom amatir. Tetapi jika Anda menginginkan lensa okuler super berkualitas premium, harganya akan mahal. Beberapa bahkan mungkin lebih mahal daripada teleskop! Apakah harganya sepadan? Sejujurnya, kita harus mengatakan ya, terutama jika memiliki teleskop cepat—yaitu, rasio fokus rendah. Tetapi pada saat yang sama, lensa okuler ini tidak sepenuhnya diperlukan. Anda bisa menikmati berjam-jam pengamatan dengan lensa okuler Plössl dan ortoskopik yang jauh lebih murah.
Zoom Eyepieces
Sebagian orang menyukainya, sebagian lainnya membencinya, tetapi hampir setiap astronom amatir memiliki pendapat tentang zoom eyepiece . Baik atau buruk?
Beberapa perusahaan—termasuk Celestron, Meade, Orion, Tele Vue, dan Vixen—menawarkan zoom eyepiece yang mencoba mematahkan pepatah “zoom adalah malapetaka.” Semuanya memiliki rentang zoom dari 8 mm hingga 24 mm. Apakah harganya sepadan? Jawaban singkatnya adalah tidak, tetapi dengan kualifikasi. Tergantung pada siapa yang diajak bicara, zoom eyepiece ini adalah hal terbaik sejak Lippershey menemukan teleskop atau kinerjanya buruk dan mudah dikalahkan oleh lensa okuler konvensional.
Zoom eyepiece tampaknya bervariasi kualitasnya, membuat mempertanyakan inspeksi yang dilakukan terhadapnya. Dalam kasus terburuk, gambar redup dan buram, dan kontrasnya buruk. Dalam kasus terbaik, gambar tajam tetapi masih lebih redup daripada melalui lensa okuler dengan panjang fokus tetap. Semua zoom eyepiece memiliki bidang pandang semu yang sempit dan tidak sepenuhnya parfokal di seluruh rentang fokusnya. Di antara semua lzoom eyepiece tersebut, lensa zoom 8- hingga 24-mm dari Tele Vue adalah yang terbaik. Lensa ini memiliki pengunci pada beberapa panjang fokus menengah, yang sangat memudahkan jika Anda akan menggunakan dua zoom eyepiece dalam sebuah binokular.
Menggabungkan berbagai panjang fokus dalam satu paket, zoom eyepiece diklaim menggabungkan beberapa lensa mata menjadi satu, menghemat waktu, uang, dan tenaga pengguna. Putar larasnya dan langsung beralih dari pembesaran rendah ke tinggi. Terdengar terlalu bagus untuk menjadi kenyataan? Sayangnya, biasanya memang begitu! Sebagian besar zoom eyepiece adalah kompromi terbaik. Salah satunya, aberasi seringkali meningkat pada zoom eyepiece, mungkin karena desain optik yang buruk atau karena lensa terus-menerus bergeser naik dan turun di dalam laras.
Masalah lainnya adalah bidang pandang semunya tidak konstan di seluruh rentang fokus. Bidang pandang semu terluas terjadi pada pembesaran tinggi, tetapi menyusut dengan cepat saat pembesaran menurun. Banyak zoom eyepiece murah juga dihantui oleh bayangan hantu yang disebabkan oleh pantulan internal. Terakhir, banyak yang tidak parfokal di seluruh rentangnya, sehingga Anda perlu memfokuskan ulang setiap kali lensa zoom diperbesar. Zoom eyepiece murah hampir selalu berkualitas buruk.
Tele Vue menjual dua zoom eyepiece premium dengan rentang sempit berdasarkan desain Nagler-nya. Baik lensa zoom Nagler 2- hingga 4-mm dan 3- hingga 6-mm dapat disesuaikan ke titik mana pun dalam rentang masing-masing, dengan penghenti klik yang memberi tahu pengguna kapan setiap lensa berada pada panjang fokus yang tepat.
Tidak seperti lensa lainnya, yang bervariasi dalam bidang pandang tampak saat lensa diperbesar dan diperkecil, setiap lensa zoom Nagler mempertahankan bidang pandang 50° terlepas dari pengaturan panjang fokus. Mereka juga mempertahankan jarak pandang mata 10 mm. Tetapi hal yang paling tidak biasa tentang lensa zoom Nagler adalah penampilannya.
Sebagian besar lensa zoom menyimpan mekanisme geser di dalam wadahnya, tetapi Nagler Zoom memiliki rakitan lensa mata yang bergerak di luar, menciptakan efek unik yang paling tepat diibaratkan seperti jamur pipih. Ini tidak diragukan lagi adalah lensa zoom terbaik di pasaran, dan meskipun memiliki banyak pengguna setia, lensa ini memiliki beberapa kekurangan. Secara alami, zoom eyepiece akan meredupkan pandangan saat diputar ke panjang fokus terpendeknya, dan Nagler tidak terkecuali. Namun, Nagler Zoom menawarkan kualitas gambar seperti Plössl yang bagus dengan kemudahan untuk dapat mengatur perbesaran.
Aksesoris Eyepiece
Selain eyepiece, para astronom amatir memiliki banyak aksesoris untuk melengkapi teleskop mereka. Mungkin barang yang paling populer untuk dibeli untuk teleskop setelah eyepiece adalah lensa Barlow, yang melipatgandakan perbesaran efektif sistem hingga dua atau tiga kali. Tetapi ada banyak barang lain yang juga bisa dibeli, termasuk alat bantu pengamatan binokuler, pereduksi fokus, dan korektor koma.
Lensa Barlow
Lensa Barlow ditemukan pada tahun 1834 oleh Peter Barlow, seorang profesor matematika di Akademi Militer Kerajaan Inggris. Ia berpendapat bahwa dengan menempatkan lensa negatif di antara lensa objektif, atau cermin, teleskop dan eyepiece, tepat sebelum fokus utama, panjang fokus instrumen dapat ditingkatkan. Oleh karena itu, lensa Barlow bukanlah eyepiece sama sekali, melainkan penguat panjang fokus.
Tergantung pada lokasi Barlow relatif terhadap optik utama dan eyepiece teleskop, faktor pembesarannya akan berubah. Misalnya, ingat teleskop Schmidt-Cassegrain 8 inci f/10 dan eyepiece 25 mm yang digunakan untuk mengilustrasikan konsep bidang pandang sebenarnya? Jika kita memasukkan lensa okuler ke dalam lensa Barlow 2×, dan kemudian menempatkan keduanya ke dalam diagonal bintang teleskop, pembesaran kombinasi tersebut akan meningkat dua kali lipat (80× menjadi 160×). Namun, jika kita memasang Barlow yang sama sebelum diagonal bintang, faktor amplifikasi yang dihasilkan akan menjadi sekitar tiga kali lipat, meningkatkan perbesaran hingga 240×. Perubahan faktor amplifikasi yang sama berlaku untuk teleskop apa pun yang menggunakan diagonal bintang, seperti refraktor atau Maksutov-Cassegrain.
Mengapa menggunakan lensa Barlow? Alasan pertama seharusnya sudah jelas. Dengan membeli satu item lagi, pengamat secara efektif menggandakan jumlah eyepiece yang dimilikinya. Tetapi manfaat Barlow bahkan lebih dalam dari ini. Karena Barlow memperpanjang panjang fokus teleskop, kombinasi eyepiece/Barlow akan menghasilkan gambar yang secara konsisten lebih tajam daripada lensa okuler tunggal yang setara (tentu saja, dengan syarat Barlow tersebut berkualitas tinggi). Hal ini terutama terlihat di dekat tepi bidang pandang. Keuntungan penting lainnya adalah peningkatan jarak pandang, sesuatu yang selalu terbatas pada lensa okuler dengan panjang fokus pendek. Faktanya, beberapa eyepiece Super-Mega mendapatkan jarak pandang yang panjang dan panjang fokus yang pendek dengan menggabungkan lensa mirip Barlow (disebut lensa Smythe) tepat di dalam laras eyepiece.
Saat membeli lensa Barlow, pastikan lensa tersebut memiliki optik berlapis penuh—lapisan multi-lapisan penuh bahkan lebih baik. Hindari Barlow yang disebut daya variabel, karena cenderung berkinerja kurang memuaskan daripada versi daya tetap.
Tersedia beberapa Barlow berkualitas tinggi dalam kisaran 1,25 inci, termasuk dari Tele Vue, Barlow apokromatik Meade, Shorty-Plus dan Ultrascopic dari Orion, dan Ultima dari Celestron. Banyak yang merasa bahwa Celestron Ultima adalah yang terbaik di kelasnya, meskipun dibuat dengan spesifikasi mekanis yang ketat. Beberapa pengguna melaporkan masalah saat mencoba memasukkan beberapa lensa okuler yang memiliki laras sedikit lebih besar dari 1,25 inci diameternya. Saya pribadi belum pernah mengalami masalah apa pun, tetapi saya memang memperhatikan adanya bunyi letupan yang terdengar saat beberapa lensa okuler dilepas. Yang lain lebih menyukai Barlow Tele Vue 2X. Keduanya akan terbukti layak untuk lensa okuler terbaik Anda.
Haruskah Anda membeli Barlow biasa atau yang disebut “shorty”? Itu semua tergantung pada teleskop Anda. Lensa Barlow “shorty” terutama dirancang untuk dimasukkan ke dalam diagonal bintang, sehingga populer di kalangan pemilik teleskop refraktor dan teleskop katadioptrik gaya Cassegrain. Meskipun sama-sama cocok untuk teleskop reflektor Newtonian, jangan merasa wajib untuk membeli Barlow “shorty”. Jika semua hal lainnya sama, model standar akan bekerja sama baiknya untuk Anda.
Jika Anda memiliki lensa okuler berdiameter 2 inci, maka jelas Barlow 2 inci adalah pilihan Anda. Ada beberapa Barlow raksasa di pasaran saat ini, termasuk yang dijual oleh Apogee, Guan Sheng Optical, Hands-On Optics (Proxima), Orion, Parks, Sky Instruments (Antares), dan Tele Vue. Dari semua pilihan, Big Barlow dari Tele Vue adalah yang terbaik.
Astro-Physics menjual lensa Barlow modular, yang dirancang terutama untuk teleskop refraktor, yang dapat diadaptasi untuk berbagai penggunaan dan situasi. Disebut Barcon, lensa ini dapat dibongkar menjadi tabung ekstensi dan rakitan lensa berulir, yang kemudian dapat dipasang ke diagonal bintang dan binoviewer. Memasang lensa Barlow konvensional sebelum diagonal bintang juga memperpanjang panjang jalur optik serta panjang fokus, yang dapat menyebabkan kesulitan pemfokusan. Tetapi karena Barcon dipasang ke diagonal bintang, jalur optik sistem tetap sama.
Barlow Modular VIP dari Baader Planetarium juga dapat dibongkar dan dikonfigurasi ulang tergantung pada bagaimana Anda akan menggunakannya. Tabung ekstensi dapat ditambahkan atau dilepas sesuai kebutuhan untuk memasang kamera atau untuk penggunaan visual. Filter standar 1,25 dan 2 inci dapat dipasang ke dalam housing Barlow di belakang rakitan lensa, sementara seluruh unit dapat dipasang ke diagonal bintang Amici khusus Baader untuk menciptakan rakitan terintegrasi.
Pilihan lain ditawarkan oleh seri Powermate dari Tele Vue. Bukan Barlow konvensional dalam arti yang sebenarnya, Powermate lebih tepat diklasifikasikan sebagai penguat gambar. Meskipun Barlow tradisional menggunakan set lensa negatif dua elemen, Powermate memiliki lensa ganda akromatik negatif ditambah lensa ganda pengoreksi pupil positif untuk mengoreksi vignetting (penggelapan tepi bidang) dan masalah optik lainnya di bidang yang lebih luas daripada dengan Barlow konvensional.
Perbedaan bersihnya adalah bahwa Barlow memperpanjang panjang fokus teleskop yang ada, sementara Powermate secara efektif menciptakan teleskop baru. Ini mungkin tampak seperti hal kecil, tetapi bagi para perfeksionis, terutama mereka yang memiliki refraktor apokromatik fokus pendek atau Newtonian cepat, dan mendambakan tampilan planet yang diperbesar secara signifikan, perbedaannya patut diperhatikan.
Powermate menghasilkan tampilan yang diperbesar dengan baik dari target yang dipilih, tanpa menimbulkan warna palsu, distorsi tepi, atau aberasi lainnya. Dengan asumsi Anda menggunakan teleskop dan lensa mata berkualitas tinggi, penambahan Powermate hanya akan menambah perbesaran sistem, dan tidak lebih. Powermate tersedia dalam empat faktor perbesaran: 2X, 2,5X, 4X, dan 5X. Yang 2X dan 4X cocok untuk fokus 2 inci, sedangkan yang lainnya untuk fokus 1,25 inci. Semuanya dibuat dengan sangat baik sesuai dengan gaya Tele Vue pada umumnya, dengan laras berlapis krom, bodi anodisasi hitam, dan sekrup pengunci untuk mengamankan lensa mata.
Binocular Viewers
Penelitian telah menunjukkan bahwa dalam hal mengamati langit malam, penglihatan binokular (dua mata) jelas lebih baik daripada penglihatan monokular (satu mata). Kemampuan resolusi dan kemampuan kita untuk mendeteksi objek redup meningkat secara dramatis dengan menggunakan kedua mata, sementara “bintik-bintik” yang mengganggu penglihatan kita secara efektif dihilangkan. Meskipun beberapa ahli tidak akan membantah manfaat menggunakan binokular dibandingkan teleskop monokular dengan ukuran yang sama, keuntungan dari alat bantu penglihatan binokular untuk teleskop konvensional tidak begitu jelas. Alat bantu penglihatan binokular biasanya dipasang dengan cara disekrup ke teleskop (seperti pada teleskop Schmidt-Cassegrain) atau dimasukkan ke dalam fokus teleskop. Di dalamnya, kita biasanya menemukan pemisah berkas cahaya yang membagi cahaya teleskop menjadi dua jalur dengan intensitas yang sama, mengirimkan cahaya ke kedua dudukan lensa mata.
Alat bantu penglihatan binokular, yang merupakan aksesori yang cukup mahal, harus digunakan dengan dua lensa mata yang benar-benar identik, sehingga meningkatkan total investasi. Bahkan dengan begitu, alat ini tidak berfungsi sebaik binokular sejati. Hal ini seharusnya tidak mengejutkan jika Anda berhenti sejenak dan memikirkannya. Pada dasarnya, teropong adalah dua teleskop independen yang diikat bersama, sedangkan binoviewer harus bergantung pada daya pengumpulan cahaya dari satu teleskop. Dengan demikian, gambar yang dilihat akan lebih redup daripada melalui teleskop yang sama yang dilengkapi dengan satu lensa mata dengan perbesaran yang sama.
Penting untuk mempertimbangkan bukaan lensa (clear aperture) binoviewer untuk memaksimalkan kecerahan gambar. Jika bukaan lensa terlalu kecil, vignetting akan mengurangi tepi bidang pandang. Akibatnya, tidak akan direkomendasikan bukaan lensa di bawah 26 mm, terutama jika akan menggunakan lensa mata sudut lebar, seperti Tele Vue Nagler Tipe 6. Namun, perlu dicatat bahwa jika tujuan utama adalah pengamatan dengan perbesaran sedang atau tinggi, vignetting tidak akan menjadi masalah kritis.
Fitur lain yang perlu diperhatikan pada binocular viewer adalah penyesuaian diopter, seperti yang ditemukan pada teropong. Penyesuaian diopter memungkinkan untuk menyempurnakan fokus untuk setiap mata. Ini adalah fitur yang wajib dimiliki, karena jarang sekali ada orang yang kedua matanya fokus persis sama.
Tidak semua teleskop (terutama reflektor Newtonian) memiliki rentang yang cukup pada dudukan fokus lensa okulernya untuk mengakomodasi jalur panjang yang harus dilalui cahaya di dalam binokular. Untuk menghindari situasi ini, beberapa pemilik memasukkan lensa Barlow 2X di antara teleskop dan binokular mereka. Barlow memperpanjang titik fokus instrumen, yang membatalkan masalah fokus, tetapi kemudian menciptakan masalah lain. Barlow 2X di depan binokular akan melipatgandakan panjang fokus keseluruhan sistem bukan 2X tetapi sekitar 4X. Jadi, kombinasi teleskop-lensa okuler yang biasanya menghasilkan perbesaran rendah 40X tiba-tiba meningkat menjadi 160X yang relatif tinggi.
Berikut ide yang lebih baik. Beberapa produsen menawarkan, baik sebagai peralatan standar atau sebagai opsi tambahan, lensa kompensator parfokal khusus yang dirancang untuk mengatasi masalah fokus. Lensa-lensa ini sangat diperlukan bagi mereka yang menggunakan hampir semua teleskop, kecuali teleskop katadioptrik yang memfokuskan dengan menggerakkan cerminnya (misalnya, teleskop Schmidt-Cassegrain); teleskop-teleskop ini memiliki rentang fokus yang sangat lebar sehingga lensa tambahan biasanya tidak diperlukan. Namun, bahkan dengan lensa kompensator terpasang, pemfokusan mungkin masih menjadi masalah, seperti yang akan dibahas nanti.
Tele Vue dan Baader mendapatkan nilai tinggi untuk kualitasnya dari pemiliknya. Kualitas gambar sangat baik melalui keduanya. Baader jauh lebih mahal daripada Tele Vue tetapi menawarkan prisma yang sedikit lebih besar dan lensa kompensator dengan daya lebih rendah.
Keluhan umum yang sering terdengar tentang binokular adalah bahwa lensa kompensator meningkatkan perbesaran sistem terlalu banyak untuk pengamatan bidang lebar. Untuk membantu mengimbangi kompensator, Denkmeier menawarkan tambahan unik yang disebut “Power × Switch” yang memasukkan satu (Power × Switch dua posisi) atau dua (Power × Switch tiga posisi) lensa bantu ke dalam jalur optik, yang sebenarnya memperkecil tampilan hingga 34%, tergantung pada model dan teleskop yang digunakan. Ketika dikombinasikan dengan lensa kompensator 2× yang dibutuhkan untuk memfokuskan gambar, Power × Switch membuat perbesaran sistem secara keseluruhan lebih mendekati perbesaran tanpa menggunakan binocular viewer. Teleskop Denkmeier, terutama Denk II yang harganya lebih tinggi, juga mendapat nilai tinggi untuk kinerja optik dan mekaniknya.
Di ujung lain skala harga terdapat binoviewer Burgess, Moonfish, Orion, Stellarvue, dan William Optics yang harganya ekonomis. Meskipun kita tidak seharusnya mengharapkan mereka untuk bersaing dengan model Baader, Tele Vue, atau Denkmeier, yang semuanya memiliki prisma yang lebih besar dan secara optik lebih unggul; lapisan yang lebih baik; dan mekanik yang lebih halus, masing-masing menawarkan cara untuk mencoba binoviewing dan melihat apakah itu cocok untuk Anda.
Tetapi ingat bahwa kecuali Anda memiliki teleskop Schmidt-Cassegrain atau teleskop lain dengan rentang fokus yang besar, Anda akan membutuhkan lensa kompensator. Tetapi bahkan dengan lensa kompensator, pemfokusan masih bisa menjadi masalah, karena laras binoviewer mungkin tidak cukup panjang untuk menahan kompensator cukup jauh. Dalam hal itu, tambahkan ekstensi laras 1 inci, yang tersedia dari ScopeStuff. Itu seharusnya berhasil, tetapi jika masih belum cukup panjang, tambahkan juga cincin filter warna kosong untuk mendapatkan sedikit lebih banyak panjang; Cukup keluarkan kaca dari filter murah. Kombinasi ini akhirnya membuat binoviewer Burgess fokus melalui Starsplitter 18 inci. Alternatifnya, jika menggunakan refraktor, pasang lensa kompensator ke sisi teleskop dari diagonal bintang untuk meningkatkan jarak. Meskipun itu akan meningkatkan perbesaran efektif, itu seharusnya membantu mengatasi masalah fokus.
Pengamat binokular sangat berguna saat mengamati planet-planet yang lebih terang dan, terutama, Bulan. Satelit kita tampaknya memiliki efek tiga dimensi yang menakjubkan meskipun buatan yang tidak dapat ditiru dengan teleskop monokular tradisional. Selain itu, peningkatan detail planet juga dapat diharapkan dengan pengamat binokular berkat peningkatan kontras halus dan persepsi warna yang disebutkan sebelumnya. Seperti yang diringkas oleh salah satu pemilik tentang pengalamannya: “Ketika saya membandingkan Saturnus [melalui refraktor apokromatik Astro-Physics 180EDT] dengan dan tanpa alat bantu penglihatan binokular Tele Vue pada perbesaran yang serupa, saya menemukan perbedaan iluminasi hampir tidak terlihat. Namun, tanda-tanda pada cakram Saturnus jelas lebih terlihat dengan alat bantu penglihatan binokular daripada tanpa alat tersebut. Meskipun demikian, memang ada sedikit peredupan objek redup yang dapat dideteksi.” Menurut pengamatan ini, peredupan tersebut sekitar setengah magnitudo.
Focal Reducers
Meskipun rasio fokus f/10 pada sebagian besar teleskop Schmidt-Cassegrain sangat menarik bagi pengamat yang menikmati pemandangan langit dengan pembesaran sedang hingga tinggi, panjang fokusnya yang panjang menyulitkan untuk memuat bidang bintang yang luas dalam satu bidang. Untuk melihat atau memotret objek besar, seperti Galaksi Andromeda atau Nebula Orion, banyak pengamat amatir menggunakan pereduksi fokus (focal reducer) untuk mengecilkan panjang fokus keseluruhan teleskop sebesar 37% (dari f/10 menjadi f/6.3), 50% (f/10 menjadi f/5), atau 67% (f/10 menjadi f/3.3), sehingga meningkatkan bidang pandangnya.
Rich-Field Viewer yang didesain ulang oleh Lumicon kini hadir dalam beberapa variasi, bukan lagi model satu ukuran untuk semua seperti sebelumnya. Model standar dirancang untuk teleskop Schmidt-Cassegrain 8 inci dan 9,25 inci dari Meade atau Celestron, mengurangi rasio f-nya sebesar 37%. Versi raksasa dijual terpisah untuk teleskop SCT Meade dan Celestron 10 inci dan yang lebih besar, dan pengurangan rasio f-nya dapat bervariasi tergantung pada pengaturan teleskop. Tidak satu pun dari Lumicon yang mengoreksi distorsi tepi, sehingga kurang berguna untuk fotografi dibandingkan beberapa teleskop lainnya.
StarSweeper dari Denkmeier dipasang pada ujung diagonal bintang 2 inci, tidak seperti reduktor/korektor Meade atau Celestron yang tercantum selanjutnya, yang dipasang pada port belakang kecil teleskop mereka. Idealnya, alat ini dimaksudkan untuk dipasangkan dengan binoviewer Denkmeier yang dibahas sebelumnya, tetapi juga dapat digunakan sendiri jika diinginkan. Meskipun StarSweeper mengurangi panjang fokus teleskop Schmidt-Cassegrain menjadi setengahnya, alat ini hanya mengoreksi distorsi tepi sebagian. Bintang-bintang di tepi luar bidang pandang masih terdistorsi oleh kelengkungan bidang dan ketidakberaturan optik lainnya.
Pengurang fokus Meade dan Celestron tidak hanya memampatkan panjang fokus; mereka juga memberikan citra bintang yang sangat tajam di seluruh bidang pandang. Meskipun bermanfaat bagi semua pengamat, ini sangat menarik bagi astrofotografer, karena pengurangan panjang fokus juga mengurangi waktu pencahayaan. Tidak mengherankan, baik Celestron maupun Meade menawarkan pengurang fokus untuk teleskop mereka, masing-masing dirancang dengan mempertimbangkan merek mereka sendiri. Namun, konsumen harus memperhatikan bahwa keduanya juga cocok untuk teleskop SCT satu sama lain. Keduanya bekerja sama baiknya.
| Merek/Model | % Reduksi | Keterangan |
|---|---|---|
| Celestron International Reducer/Corrector | 37% | Desain empat elemen, fully multicoated optics. |
| Denkmeier StarSweeper | 50% | Dirancang untuk digunakan bersama binoviewer Denkmeier tetapi juga dapat digunakan secara terpisah. |
| Lumicon Rich-Field Viewer | 37% | Dirancang untuk teleskop SCT 8 dan 9,25 inci. |
| Lumicon Giant Rich-Field | Versi Celestron: 37% atau 50% Versi Meade: 35% atau 50% | Model terpisah untuk teleskop Meade dan Celestron berukuran 10 inci dan lebih besar. |
| Meade Instruments Series 4000 Focal Reducer/Field Flattener | 37% | Desain empat elemen, fully multicoated optics. |
| Meade Instruments Series 4000 CCD Focal Reducer/Field Flattener | 67% | Desain empat elemen, fully multicoated optics.; hanya kamera CCD; tidak didesain untuk visual atau kamera film 35 mm |
| Optec NextGEN MAXfield 0.33X | 67% | Desain tiga elemen; hanya untuk kamera CCD; tidak didesain untuk visual atau kamera film 35 mm |
Meade juga memproduksi reducer/corrector 67%, yang mengurangi fokus SCT f/10 menjadi f/3.3 yang cepat. Seperti yang dibahas dalam bab 7, sebagian besar kamera CCD memiliki bidang pandang yang sempit dibandingkan dengan kamera film 35 mm konvensional. Meade Series 4000 CCD Focal Reducer/Field Flattener membantu sedikit menyeimbangkan kondisi tersebut. Seperti yang dijelaskan sebelumnya, reducer/corrector f/3.3 dipasang di bagian belakang teleskop Schmidt-Cassegrain Meade atau Celestron. Kinerja keseluruhan reducer CCD Meade sangat baik, menghasilkan gambar bintang yang cukup tajam dari tepi ke tepi. Namun, tergantung pada ukuran chip CCD yang digunakan, beberapa vignetting di sudut mungkin terlihat.
Reducer/corrector Optec NextGEN MAXfield 0.33X juga memperkecil panjang fokus SCT sebesar 67%, dan dengan hasil yang sangat baik. Kualitas mekanis Optec lebih unggul daripada Meade, sementara harganya kompetitif. Kejernihan dan ketajaman optiknya juga lebih unggul daripada MAXfield asli Optec, yang dirilis lebih dari satu dekade lalu. Dalam pengujian berdampingan, sebagian besar setuju bahwa unit Optec juga memiliki keunggulan dibandingkan Meade dalam hal vignetting di sudut gambar. Ketajaman gambar secara keseluruhan hampir sebanding. Optec juga membuat reducer/corrector yang memperkecil panjang fokus hingga 38% dan 50%.
Coma Correctors
Sekilas tentang teleskop, seharusnya sudah jelas bahwa teleskop Newtonian dengan rasio fokus rendah telah menjadi sangat populer—dan sayangnya, bersamaan dengan itu, koma juga meningkat. Kita mungkin ingat bahwa koma menyebabkan bintang-bintang di dekat tepi bidang pandang lensa okuler tampak seperti gumpalan kecil berbentuk komet, bukan titik-titik tajam. Koma adalah ciri bawaan semua teleskop, meskipun hanya menjadi masalah ketika rasio fokusnya f/5 atau kurang.
Untuk membantu mengatasi efek buruk koma, banyak amatir menggunakan korektor koma. Sekilas, korektor koma tampak seperti lensa Barlow; bahkan, memang begitulah cara penggunaannya. Cukup masukkan lensa okuler ke dalam tabung korektor, lalu tempatkan keduanya ke dalam fokus teleskop. Dengan memurnikan cahaya yang keluar dari teleskop sebelum mencapai lensa okuler, koma secara efektif dihilangkan. Sebagai bonus tambahan, korektor koma juga mengoreksi astigmatisme di luar sumbu, masalah umum lainnya pada teleskop Newtonian cepat. Namun perlu diingat, korektor koma bukanlah sihir. Korektor koma tidak berpengaruh pada optik yang buruk. Jika teleskop memiliki astigmatisme pada sumbu optik, kemungkinan besar disebabkan oleh cermin primer atau sekunder berkualitas rendah.
Dua perusahaan, Tele Vue dan Lumicon, memproduksi korektor koma serbaguna, sementara Vixen Optical membuat satu khusus untuk reflektor R200SS f/4. Meskipun pada dasarnya idenya sama, Lumicon menggunakan dua lensa tunggal dalam desainnya, sementara Paracorr (singkatan dari “parabolic corrector”) dari Tele Vue didasarkan pada sepasang elemen akromatik untuk koreksi yang lebih baik.
Paracorr terbaru memiliki apa yang disebut Tele Vue sebagai bagian atas yang dapat disetel. Tele Vue menemukan bahwa aspek penting untuk mengoptimalkan koreksi koma adalah jarak antara eyepiece dan lensa Paracorr. Tele Vue Tunable Top Paracorr memungkinkan pengguna untuk menyesuaikan jarak ini dengan melonggarkan sekrup dan memutar bagian atas Paracorr, yang menaikkan dan menurunkan eyepiece. Beberapa lensa okuler bekerja paling baik dengan Paracorr pada pengaturan ketinggian maksimumnya, beberapa pada ketinggian minimum, dan beberapa di antaranya. Tele Vue menyediakan pengaturan yang direkomendasikan untuk lensa okulernya sendiri, tetapi Anda perlu bereksperimen dengan eyepiece non-Tele Vue Anda untuk hasil terbaik.
Oke, apakah eyepiece ini sepadan? Ya, tetapi dengan catatan. Seperti yang disebutkan sebelumnya, lensa okuler ini tidak membantu memperbaiki optik yang buruk. Jika sistem optik teleskop, termasuk kualitas optik dan kolimasi, tidak dalam kondisi prima, maka peningkatan yang dihasilkan akan sangat kecil. Bahkan, korektor koma memiliki dampak yang jauh lebih besar ketika dipasangkan dengan lensa okuler Plössl, ortoskopik, dan eyepiece biasa lainnya daripada dengan eyepiece berkualitas tinggi, seperti Pentax XW atau Tele Vue Nagler. Lensa okuler ini dirancang untuk menghilangkan astigmatisme internal, yang memiliki manfaat tambahan untuk meningkatkan kinerja di luar sumbu. Namun, untuk astrofotografi fokus utama melalui teleskop Newtonian cepat, eyepiece ini mutlak diperlukan.
| Merek/Model | % Penambahan panjang fokal | Keterangan |
|---|---|---|
| Lumicon Coma Corrector | 0% | Menggunakan dua lensa elemen tunggal; hanya cocok untuk fokus 2 inci. |
| Tele Vue Paracorr | 15% | Menggunakan dua lensa akromatik; hanya cocok untuk fokus 2 inci. |
| Vixen AV-CC-3838 | n/s | Dirancang khusus untuk reflektor R200SS |
Reticle Eyepieces
Untuk beberapa aplikasi, seperti fotografi terpandu melalui teleskop, akan sangat berguna (bahkan perlu) untuk memiliki kisi internal, atau retikel, yang ditumpangkan di atas bidang pandang lensa mata. Pola retikel, yang biasanya diukir pada jendela tipis dan rata secara optik, hadir dalam berbagai desain tergantung pada tujuan penggunaannya. Yang paling sederhana memiliki dua garis tegak lurus yang bersilangan di tengah bidang pandang, sementara yang paling canggih menampilkan kisi-kisi yang kompleks.
Sebagian besar lensa reticle eyepiece dilengkapi dengan tambahan yang tampak aneh yang menonjol di salah satu sisi larasnya. Ini adalah perangkat penerangan yang digunakan untuk menerangi pola retikel bagi pengamat. Sebagian besar menggunakan dioda pemancar cahaya merah (LED). Idealnya, tingkat cahaya iluminator harus dapat disesuaikan sehingga retikel cukup terang untuk dilihat, tetapi tidak terlalu terang sehingga mengalahkan objek yang dilihat. Beberapa, alih-alih bersinar terus-menerus, secara bergantian memancarkan cahaya pada retikel. Keuntungannya di sini adalah dengan tidak menyalakan retikel secara terus-menerus, bintang-bintang yang lebih redup dapat terlihat dan diikuti dengan lebih mudah. Kecepatan dan kecerahan keduanya dapat disesuaikan oleh pengguna.
Salah satu reticle eyepiece yang paling serbaguna adalah Micro Guide dari Celestron. Dibuat berdasarkan eyepiece ortoskopik 12 mm, Micro Guide memiliki retikel yang diukir laser yang mencakup target bergaya bull’s-eye untuk panduan selama astrofotografi, dan skala mikrometer untuk mengukur ukuran dan jarak objek, seperti pemisahan dan sudut posisi bintang ganda. Lensa mata Astrometric dari Meade serupa, tetapi didasarkan pada eyepiece Modified Achromat (Kellner) 12 mm. Perhatikan bahwa skala yang ditampilkan pada lensa mata ini hanya dikalibrasi untuk teleskop dengan panjang fokus 80 inci. Namun, kinerja Meade lebih rendah daripada Micro-Guide dari Celestron. Sebenarnya, saran di sini: jika Anda mencari tampilan yang tajam, tetap gunakan reticle eyepiece berbasis ortoskopik Plösslor. Lensa Kellner tidak memadai untuk aplikasi ini.
Kombinasi Eyepiece yang Disarankan
Sekarang tibalah saatnya kebenaran terungkap: eyepiece mana yang terbaik untuk Anda? Selalu lebih baik memiliki satu set eyepiece yang menawarkan berbagai perbesaran, karena tidak ada satu nilai pun yang cocok untuk semua hal di alam semesta. Perbesaran rendah paling baik untuk objek langit dalam yang besar, seperti gugusan bintang Pleiades atau Nebula Orion. Perbesaran sedang sangat cocok untuk pengamatan bulan serta untuk melihat target langit dalam yang lebih kecil, seperti sebagian besar galaksi. Terakhir, perbesaran tinggi diperlukan untuk melihat detail planet yang halus atau untuk memisahkan bintang ganda yang berdekatan.
Sebagai panduan untuk membantu Anda dalam memilih, Tabel di bawah juga menawarkan tiga kemungkinan berbeda untuk empat ukuran teleskop paling populer saat ini. Masing-masing mencantumkan eyepiece sesuai dengan perbesaran yang akan dihasilkannya (LP = daya rendah, MP = daya menengah, HP = daya tinggi). Yang pertama adalah perlengkapan impian, di mana uang bukanlah masalah, yang kedua menawarkan kompromi tengah-tengah antara kualitas dan biaya, sementara yang ketiga mewakili pengeluaran minimum yang diperlukan untuk berbagai eyepiece yang baik.
Izinkan di sini untuk memberikan beberapa penjelasan untuk pilihan-pilihan tersebut. Pertama, Plössl yang tercantum dalam kategori “Baik tetapi Murah” mengacu pada banyaknya eyepiece murah yang diimpor dari Asia Timur dan dijual oleh puluhan perusahaan. Jangan salah mengira itu sebagai Plössl premium dalam kategori “Tengah-tengah”. Penamaan premium terbatas pada versi kelas atas yang lebih mahal, seperti yang dijual oleh Tele Vue. Meskipun Plössl buatannya juga diimpor dari Timur Jauh, desain Al Nagler yang lebih teliti (dan lebih mahal) berarti peningkatan kinerja. Perlu diingat juga bahwa harga pasti tidak tercantum karena harga dapat berubah dengan cepat dan drastis dari satu penjual ke penjual lainnya, jadi pastikan untuk membandingkan harga di berbagai tempat.
| Kombinasi idaman | Menengah | Murah tapi cukup bagus | |
|---|---|---|---|
| Refraktor 4′ f/9,8 | LP: Tele Vue Panoptic 22 mm MP: Tele Vue Nagler Type 6 11 mm HP: Tele Vue Radian 5 mm 2,5X Tele Vue Powermate | LP: Plössl premium 32 mm MP: Baader Genuine Ortho 12 mm HP: Baader Genuine Ortho 9 mm 2X Celestron Ultima Tele Vue, atau Orion Shorty-Plus | LP: Plössl 25 mm MP: – HP: Antares W70 8-6 mm 2X Celestron Ultima Tele Vue, atau Orion Shorty-Plus |
| Newtonian 8″ f/6 | LP: Tele Vue Panoptic 24 mm MP: Tele Vue Nagler Type 6 13 mm HP: Tele Vue Radian 8 mm 2,5X Tele Vue Powermate | LP: Plössl premium 32 mm MP: Baader Genuine Ortho 9 mm HP: – 2X Celestron Ultima Tele Vue, atau Orion Shorty-Plus | LP: Guan Sheng Optical SuperView MP: Plössl 9 mm HP: – 2X Celestron Ultima Tele Vue, atau Orion Shorty-Plus |
| Newtonian 18″ f/4,5 | LP: Tele Vue Plössl 55 mm MP: Tele Vue Nagler Type 5 16 mm HP: Pentax XW 10 mm 2X Tele Vue Big Barlow Reducer/ corrector | LP: Orion Ultrascopic 25 mm MP: Speers-Waler 10 mm HP: Baader Genuine Ortho 7 mm 2,5X Tele Vue Powermate | LP: Guan Sheng Optical SuperView MP: Plössl 12 mm HP: – 2X Celestron Ultima Tele Vue, atau Orion Shorty-Plus |
| Schmidt-Cassegrain 8″ f/10 | LP: Tele Vue Nagler 31 mm MP: Tele Vue Nagler 4 12 mm HP: Pentax XW 7 mm 2,5X Tele Vue Powermate Tele Vue Paracorr coma correcto | LP: Sky Instruments Classic Erfle 40 mm MP: Vixen Lanthanum LV 15 mm HP: Baader Genuine Ortho 9 mm 2X Celestron Ultima Tele Vue, atau Orion Shorty-Plus | LP: Plössl 32 mm MP: – HP: Plössl 9 mm 2X Celestron Ultima Tele Vue, atau Orion Shorty-Plus |
Selanjutnya, jika anggaran terbatas, disarankan untuk membeli lensa Barlow berkualitas tinggi daripada dua eyepiece murah. Setiap celah dalam perbesaran, yang ditunjukkan oleh ruang kosong dalam tabel, selalu dapat diisi dengan menggabungkan Barlow dengan eyepiece lain dalam koleksi Anda.
Ingatlah bahwa ini hanya mewakili tiga kemungkinan untuk setiap teleskop. dianjurkan untuk bolak-balik antara deskripsi eyepiece, dan ingat, satu-satunya cara untuk mengetahui eyepiece mana yang benar-benar terbaik adalah dengan mencobanya terlebih dahulu. Sekali lagi, sangat disarankan untuk mencari dan bergabung dengan klub astronomi lokal dan mengikuti sesi pengamatan. Bawalah teleskop dan pinjam sebanyak mungkin jenis eyepiece yang berbeda. Cobalah masing-masing lensa tersebut. Kemudian, dan hanya kemudian, Anda akan tahu persis apa yang tepat untuk Anda.
Simpulan
Memilih eyepiece teleskop yang tepat sangat bergantung pada gaya pengamatan dan objek apa yang ingin Anda targetkan. Selain itu diperlukan juga kecocokan dengan teleskop yang dimiliki. Secara garis besar, untuk memperbaiki kualitas pengamatan, diperlukan eyepiece yang mumpuni.


Tinggalkan Balasan