Mare Crisium dan Fecunditatis: Fokus Observasi Bulan 20 Juni 2026

Masih pada fase bulan sabit, kita akhirnya mendapat kesempatan waktu dan langit yang cukup baik untuk mengobservasi bulan. Adapun fokus kita adalah mengobservasi dua fitur permukaan bulan yang tampak yaitu Mare Crisium dan Fecunditatis.

Mare Crisium

Mare Crisium adalah permukaan bulan yang rata berbentuk oval di sebelah utara garis equator bulan. Mare Crisium merupakan kata dari bahasa latin yang artinya lautan krisis. Nama ini disematkan oleh Giovanni Riccioli di abad ke-17 Masehi yaitu tahun 1651.

Kenapa dinamakan lautan krisis karena dahulu orang mengira dataran vulkanik gelap di bulan ini adalah lautan atau perairan, dan dinamai “Krisis” (Crisium) akibat bentuk cekungan depresi tersebut yang mirip dengan pusaran atau kawah dramatis yang penuh gejolak

Padahal, cekungan luas di sisi dekat Bulan ini bukanlah air, melainkan dataran basal vulkanik yang terbentuk akibat hantaman asteroid purba yang kemudian tergenangi lava yang kemudian membeku menjadi dataran batu.

Mare Crisium terbentuk akibat tumbukan asteroid sebesar kurang lebih 40 km menghantam permukaan bulan saat periode Nectaris sekitr 3,9 milyar tahun yang lalu. Kemudian kawah akibat tubrukan ini diisi atau tergenang oleh lava yang kemudian mengeras sehingga membentuk permukaan yang relatif rata.

Mare Crisium memiliki diameter 556 km dan luas 176.000 km2. Dasarnya sangat datar, dengan cincin punggung bukit berkerut (dorsa) di dekat batas luarnya. Dorsa tersebut adalah Dorsa Tetyaev, Dorsum Oppel, Dorsum Termier, dan Dorsa Harker. Fitur seperti tanjung yang menjorok ke tenggara mare adalah Promontorium Agarum. Di tepi barat mare terdapat kawah Yerkes, dan Lick di tenggara memiliki bentuk yang serupa.

Kawah Picard terletak tepat di sebelah timur Yerkes, dan di barat laut Picard terdapat kawah Peirce dan Swift. Sistem sinar kawah Proclus menutupi bagian barat laut mare. Mare Anguis dapat dilihat di timur laut Mare Crisium.

Fitur permukaan bulan di Mare Crisium

Mare Fecunditatis

Mare Fecunditatis (bahasa Latin untuk “Laut Kesuburan” atau “Laut Fertilitas”) adalah kawah bekas tumbukan asteroid yang luas, dan gelap di bagian timur sisi dekat Bulan ke Bumi. Nama ini juga disematkan oleh Giovanni Riccioli.

Riccioli menamakannya Fecunditatis (kesuburan atau kelimpahan) untuk menciptakan triad yang indah dan harmonis dengan mare lain di sekitarnya yang juga ia beri nama di Bulan. Mare di dekatnya mewakili ketenangan (Mare Serenitatis) dan kedamaian (Mare Tranquillitatis).

Diameter Mare Fecunditatis terbesar yaitu sekitar 840 km, dan mencakup luas sekitar 310.000 km². Mare Fecunditatis berpusat di sekitar garis lintang 7,8° S dan garis bujur 53,7° E, terletak tepat di selatan Mare Crisium. Mare Fecunditatis sangat menarik secara ilmiah karena sejarah vulkanismenya yang kompleks.

Fitur morfologisnya berupa dasar cekungan yang datar akibat di masa lalu diselimuti aliran lava basaltik yang kaya akan besi dan magnesium, sehingga tampak lebih gelap daripada dataran tinggi bulan di sekitarnya.

Mare Fecunditatis terbentuk pada epoch pre-Nectarian yakni sekitar 3,9 milyar tahun lalu, sedangkan material di sekiarnya sebagian besar terbentuk pada masa Nectarian. Adapun material pengisi dari Mare Fecunditatis berusia lebih muda karena terbentuk pada masa Upper Imbrian dan lapisannya lebih tipis dari mare yang berdekatan baik Mare Crisium maupun Mare Tranquillitatis.

Cekungan Mare Fecunditatis ini tumpang tindih dengan cekungan Nectaris, Tranquillitatis, dan Crisium. Cekungan Fecunditatis bertemu dengan cekungan Nectaris di sepanjang tepi barat Fecunditatis, dengan area di sepanjang zona ini patah oleh graben melengkung.

Di tepi timur Fecunditatis terdapat kawah Langrenus. Di dekat Mare Fecunditatis terdapat kawah Messier dan Messier A yang menarik. Di sinilah pengembalian sampel pertama dilakukan melalui probe Luna 16 pada bulan September 1970. Sinus Successus terletak di sepanjang tepi timur mare.

Karena medannya yang relatif datar dan banyaknya fitur geologis yang beragam—mulai dari dataran vulkanik hingga graben tektonik—wilayah ini berfungsi sebagai jendela ilmiah penting untuk memahami sejarah termal dan evolusi Bulan.

Foto Mosaik Mare Crisium dan Fecunditatis

Dikarenakan Mare Crisium dan Fecunditatais ini berdekatan, kita bisa menyusun dua gambar menjadi mosaik gambar gabungan berikut ini:

Gambar mosaik Mare Crisium dan Mare Fecunditatis

Vidio Observasi Mare Crisium dan Fecunditatis

Anda dapat menyimak vidio dan foto hasil obervasi Mare Crisium dan Fecunditatis di bawah ini:

Simpulan

Pada observasi kali ini kita menjumpai dua fitur menarik dari bulan yaitu Mare Crisium dan Fecunditatis. Keduanya bukanlah lautan yang terisi air melainkan dua kawah raksasa yang terbentuk akibat tumbukan asteroid ke permukaan bulan sekitar 3,9 milyar tahun yang lalu. Kawah hasil tumbukan ini kemudian terisi oleh lava panas akibat aktivitas vulkanik bulan yang lama kelamaan mendingin dan membentuk fitur permukaan yang rata. Kedua kawasan ini menarik untuk dipelajari dan menjadi pembuka sejarah geologi dan vulkanologi dari satelit alami Bumi kita yaitu Bulan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *